MANADO,swararakyat.id – Persatuan bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam membangun organisasi yang kuat dan bermartabat. Pesan itulah yang ditegaskan Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Mapanget, Manado, Andi Syawal Baso, saat menyampaikan sambutan pada Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) KKSS BPC Mapanget, Sabtu (7/10/2026).
Mengutip pepatah klasik “United we stand, divided we fall” — bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh — Baso mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjadikan persatuan sebagai kekuatan utama dalam menjalankan roda organisasi.
Didampingi Sekretaris Sirajuddin Hamma, Baso mengawali sambutannya dengan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kesempatan berkumpul dalam suasana sehat dan penuh kebersamaan.
Baginya, KKSS bukan semata-mata organisasi kedaerahan. Lebih dari itu, KKSS merupakan rumah besar persaudaraan yang menjadi tempat merawat nilai-nilai budaya, mempererat silaturahmi, membangun kepedulian, serta menumbuhkan semangat saling membantu di tengah kehidupan bermasyarakat.
Mukercab, Momentum Menyatukan Langkah
Baso memandang Mukercab sebagai momentum strategis untuk memperkuat fondasi organisasi. Forum ini, menurutnya, tidak boleh dimaknai sebatas agenda formal menyusun program kerja, tetapi harus menjadi ruang untuk menyatukan gagasan, melakukan evaluasi, sekaligus merumuskan arah perjuangan dan pengabdian organisasi ke depan.
Ia berharap KKSS BPC Mapanget mampu tampil sebagai organisasi yang aktif, inklusif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sejumlah bidang menjadi perhatian, mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, pemberdayaan ekonomi, seni dan budaya, hingga pengembangan kepemudaan serta pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, keberadaan organisasi harus dapat dirasakan manfaatnya, bukan hanya oleh anggota dan keluarga besar KKSS, tetapi juga oleh masyarakat luas.
Perbedaan Bukan Alasan untuk Terpecah
Dalam pesannya, Baso juga mengingatkan bahwa dinamika organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Perbedaan pandangan, kritik, dan masukan hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki dan memperkuat organisasi.
Ia menegaskan, kebesaran sebuah organisasi tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh kekompakan, loyalitas, dan kesediaan seluruh anggotanya untuk bekerja bersama.
Bahkan, keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata diukur dari panjangnya masa jabatan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang telah diberikan serta seberapa kuat organisasi yang ditinggalkan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepemimpinan adalah amanah dan pengabdian, bukan sekadar kedudukan.
Dari Wacana Menuju Kerja Nyata
Menutup sambutannya, Andi Syawal Baso mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota KKSS BPC Mapanget untuk tidak berhenti pada gagasan dan perencanaan.
Ia mendorong agar setiap program yang telah dirumuskan dapat diwujudkan melalui kerja nyata, semangat gotong royong, dan komitmen bersama.
“Sudah saatnya kita bergerak dari wacana ke kerja nyata, dari rencana ke pelaksanaan, dan dari kebersamaan menuju keberhasilan,” menjadi pesan penting yang mengemuka dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Baso secara resmi membuka pelaksanaan Mukercab dengan mengucapkan basmalah.
Ia pun menutup sambutannya dengan seruan penuh semangat yang menjadi penegasan arah perjuangan organisasi:
“KKSS! Bersatu dalam Persaudaraan, Bergerak dalam Pengabdian, Kuat dalam Kebersamaan!”
Sebuah pesan yang bukan hanya menjadi slogan organisasi, tetapi juga panggilan moral bagi seluruh keluarga besar KKSS untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di balik pembawaannya yang dikenal low profile, Andi Syawal Baso ingin menegaskan satu hal: organisasi yang besar bukan hanya organisasi yang memiliki banyak anggota, melainkan organisasi yang mampu menyatukan hati, menyatukan langkah, dan meninggalkan manfaat bagi sesama.
KKSS Mapanget, kuat karena persaudaraan, bermakna karena pengabdian.

