TOMOHON, swararakyat.id – Usia 166 tahun bukan sekadar penanda perjalanan waktu bagi Jemaat GMIM Pniel Kayawu. Lebih dari itu, perjalanan panjang tersebut menjadi kesaksian tentang ketekunan iman, kesetiaan dalam pelayanan, serta semangat persekutuan yang terus terpelihara dari generasi ke generasi.
Nuansa syukur dan sukacita mewarnai Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-166 Jemaat GMIM Pniel Kayawu, Wilayah Kakaskasen, Minggu (1/11/2026). Ibadah dipimpin Ketua BPMJ GMIM Pniel Kayawu, Pdt. Ventje J.J. Wuisan, S.Th., dan dihadiri seluruh jajaran pelayanan bersama jemaat.
Hadir dalam momentum penuh makna tersebut Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., yang membacakan sambutan Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, S.H.
Dalam moment tersebut wakil walikota pilihan rakyat ini menyebutkan perayaan HUT ke-166 diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan karya Tuhan, mensyukuri berkat yang diterima hari ini, serta mempersiapkan langkah pelayanan untuk masa depan.
Mengutip Efesus 2:10, Wali Kota mengingatkan bahwa setiap manusia merupakan buatan Allah yang diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan-Nya.
Pesan firman Tuhan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki talenta, kemampuan, kesempatan, dan tanggung jawab untuk menghadirkan kebaikan serta menjadi berkat bagi sesama.
Dengan demikian, kematangan usia sebuah jemaat tidak semata-mata diukur dari jumlah tahun maupun perkembangan anggota, tetapi juga dari seberapa besar kasih, kepedulian, dan pelayanan nyata yang dihadirkan bagi lingkungan sekitarnya.
Gereja dan Pemerintah, Berjalan Bersama Membangun Masyarakat
Wakil Wali Kota Sendy Rumajar juga menaruh harapan agar GMIM Pniel Kayawu terus menjadi gereja yang menghadirkan damai sejahtera, memelihara kerukunan, serta membina generasi muda agar tetap hidup dekat dengan Tuhan.
Iman kepada Yesus Kristus yang diwariskan para pendahulu hendaknya terus bertumbuh dan menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Di sisi lain, pembangunan daerah juga tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan sumber daya manusia yang beriman, bermoral, saling menghormati, dan memiliki kepedulian sosial merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan.

Dalam konteks tersebut, gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah. Melalui pembinaan iman, pelayanan kasih, dan pembentukan karakter, gereja turut mengambil bagian dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Pemerintah Kota Tomohon pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada GMIM Pniel Kayawu atas kontribusinya dalam menjalankan panggilan pelayanan rohani dan sosial di tengah masyarakat.
Meski memiliki ruang pengabdian yang berbeda, gereja dan pemerintah diharapkan terus berjalan berdampingan dengan semangat pelayanan demi kebaikan bersama.
Syukur atas Hujan, Kepedulian terhadap Lingkungan
Momentum syukur tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat melihat berkat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Wali Kota melalui sambutannya mengajak jemaat dan masyarakat mensyukuri hujan yang mulai turun setelah melewati musim kemarau cukup panjang. Hujan diharapkan membawa manfaat bagi kehidupan dan aktivitas masyarakat.
Namun, rasa syukur tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.
Masyarakat diajak menggunakan sumber daya alam secara bijaksana, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, serta mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Kewaspadaan terhadap potensi bencana juga perlu terus ditingkatkan. Semangat gotong royong dan kepedulian untuk saling membantu, terutama kepada warga yang mengalami kesulitan, harus tetap menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Layanan Publik dan Dukungan bagi Kayawu
Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota turut menyampaikan sejumlah layanan pemerintah yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Di antaranya Hotline Pengaduan Corong Suara Rakyat melalui WhatsApp 0821-5271-5474, layanan darurat 112 yang dapat diakses bebas pulsa selama 24 jam, serta layanan 110 Polri untuk pelaporan tindak kriminal, kecelakaan, maupun gangguan keamanan.
Terkait dukungan pemerintah bagi masyarakat Kayawu, Sendy menyampaikan bahwa berdasarkan informasi terakhir, Jemaat GMIM Kayawu telah menerima bantuan dana hibah pada tahun 2025.
Sementara pada tahun 2026, melalui dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dan Pemerintah Kota Tomohon, telah disalurkan bantuan revitalisasi sekolah bagi SD GMIM Kayawu sebagai bagian dari dukungan terhadap pelayanan pendidikan Kristen di wilayah tersebut.
Harapannya, dukungan dan berkat bagi Kayawu akan terus bertambah, baik untuk pengembangan pelayanan gereja maupun peningkatan kualitas pendidikan.
Menutup sambutan, disampaikan ucapan selamat HUT ke-166 kepada seluruh Jemaat GMIM Pniel Kayawu, Wilayah Kakaskasen, atas nama Pemerintah Kota Tomohon, pribadi Wali Kota Caroll Joram Azarias Senduk bersama keluarga Senduk-Karundeng, serta pribadi Wakil Wali Kota Sendy Rumajar bersama keluarga Warouw-Rumajar.
Perayaan tersebut turut dihadiri perwakilan BPMW Kakaskasen, BPMJ GMIM Pniel Kayawu, para pendeta, vikaris, pegawai, kostor, pelayan khusus, serta jemaat dari Kolom 1 hingga Kolom 18.
Hadir pula perwakilan Gubernur Sulawesi Utara, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Drs. Yahya Rondonuwu, M.Si., perwakilan Kapolres Tomohon, Wakapolres Kompol Stenly Mawidingan, S. So., bersama jajaran Polres Tomohon, para pendeta yang pernah melayani di GMIM Pniel Kayawu, Ketua Panitia HUT ke-166 Pnt. Alvi Vidi Rorong, serta jajaran Pemerintah Kota Tomohon.
166 tahun telah menjadi bagian dari sejarah panjang GMIM Pniel Kayawu. Namun, perjalanan pelayanan tentu belum berakhir. Tantangan zaman akan terus berubah, tetapi panggilan untuk menjaga iman, merawat persekutuan, menebarkan kasih, dan menjadi berkat bagi sesama harus tetap hidup.
Sebab gereja yang bertumbuh bukan hanya gereja yang mampu mengenang masa lalunya, melainkan gereja yang terus menghadirkan terang dan memberi makna bagi kehidupan masyarakat di masa kini maupun masa mendatang.(*)

