MANADO, swararakyat.id – Belum juga hilang dalam ingatan kita soal gaji para satuan pengamanan (Satpam) yang bertugas di wilayah Tertinggal,Terdeoan dan Terluar (3T) awal bulan ini, kini hal serupa terulang lagi. Kali ini yang mengeluh adalah petugas Satpam yang bertugas di Kantor PLN PLN UID Suluttenggo, mengaku belum juga ada realisasinya.
Menurut keterangan beberapa anggota Satpam, rata rata mereka mengeluhkan kalau upah mereka kini sudah masuk dua bulan belum juga dibayarakan oleh PT Adero Jasa Setia.
Terang saja dengan kondisi seperti ini membuat mereka kuatir dengan kondisi ekonomi mereka yang terseok seok karena kurang lancarnya pembayaran gaji. Kekuatiran memang ada alasannya. Dimana, tuntutan akan kebutuhan hidup keluarga sangat terasa sekali ketika upah mereka tidak dibayarkan rutin setiap bulan.
“Bagaimana kami mau penuhi kebutuhan didapur. Gaji saja belum terima selama dua bulan,” keluh beberapa satpam sambil meminta agar identitas mereka tak usah dipublish dengan alasan pasti akan kena dampak kalau membosorkan rahasia ini .
Belum lagi biaya operasional mereka setiap hari yang harus masuk kantor untuk menjalankan tugas setiap hari.
“Jangan itu, bayar meter saja kami sudah menunggak dua bulan. Dan, bayangkan kami kerja di PLN sebagai sekuriti sementara meter Listrik kami terancam pemutusan karena sudah masuk dua bulan,” celutuk salah satu Satpam kepada wartawan media ini.
Bukan hanya itu saja, para sekuriti ini membanding bandingkan dengan tugas dan tanggung jawab yang mereka emban sebagai Satpam sangat berat.
“Kami jaga siang dan malam, tapi apa balasannya? Dua bulan ini kami hanya bisa pasrah,” ujar seorang satpam dengan mata berkaca-kaca.
Yang lebih memilukan, di tengah kesulitan ekonomi yang melanda, beberapa di antara mereka terpaksa harus menambah utang agar keluarganya bisa tetap makan. ” Jujur, kami hanya berharap pada gaji semata. Ini satu-satunya sumber kehidupan kami,” imbuhnya.
Kepala Perwakilan PT Adero Jasa Setia di Sulawesi Utara, Eko Jack Tuppang ketika dikonfirmasi mengakui adanya keterlambatan pembayaran gaji yang baru pertama kali terjadi selama dua bulan ini. “Biasanya, pembayaran dilakukan di awal bulan. Ini kesalahan kami dan terkendala sistem online PLN yang macet,” ujar Eko Jack Tuppang saat dihubungi, Rabu (22/07/2026).
Dirinya pun mengaku pernah merasakan hal serupa saat meteren Listrik yang hampir kena pinalti dari PLN. ” Saya juga pernah mau dicabut meterannya, tapi saya lawan karena PLN berhutang sama saya. Saya sudah bayar 3 bulan, cuma satu bulan tidak bayar mereka mau gunting. Karena saya lawan, batal dicabut,” jelasnya.(*)

