MANADO, Swararakyat.id – Mengakhiri masa bakti sebagai karyawan PLN di UP3 Manado pada Juni 2026, Rungkat Sumual atau yang akrab disapa Tuama menyampaikan pesan khusus bagi seluruh anggota dan pengurus serikat pekerja PLN. Pria yang dikenal gigih memperjuangkan hak-hak karyawan melalui jalur serikat pekerja ini menitipkan amanatnya secara eksklusif kepada awak media.
Dalam pesannya, Tuama mengingatkan para juniornya yang masih aktif di organisasi untuk tidak menjadikan kepengurusan sebagai batu loncatan demi mengejar jabatan struktural di manajemen. Ia menekankan pentingnya membuktikan kapasitas sebagai putra daerah yang memiliki talenta mumpuni, khususnya di wilayah Suluttenggo.
“Jangan setelah jadi pengurus serikat pekerja PLN lalu serta merta menuntut jabatan sebagai kamuflase untuk duduk di kepengurusan. Buktikan talenta sebagai putra daerah,” tegasnya.
Ia pun menambahkan bahwa menjadi pejabat di manajemen bukanlah hal terlarang, namun harus dilandasi oleh kemampuan dan kinerja nyata, bukan sekadar mencari kesempatan. “Karena jabatan itu adalah amanah dari Tuhan dan pasti akan kita terima bila sudah menjadi hak kita,” ujarnya.
Dengan nada puitis, Tuama juga mengajak seluruh kader untuk mulai memberikan teladan yang akan dikenang sepanjang masa. “Siapa lagi yang akan menjadi penerima tongkat estafet jika tidak dari sekarang?” tanyanya.
Dalam pesannya, ia turut mengutip karya Revi Aldrian, Manager PLN UP3 Manado, berjudul Semangat Pagi:
“Mulai dengan hati, bangkitkan potensi diri. Jika hasilnya belum engkau lihat sekarang, jangan menyerah! Tetap berjuang hingga akhirnya kemenangan itu tiba.”
Tuama mengingatkan bahwa bukan spesies yang terkuat atau terpintar yang akan bertahan, melainkan mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Karena itu, ia mengimbau seluruh anggota untuk menghindari saling menjatuhkan, fitnah, maupun provokasi yang tidak perlu, serta memegang teguh integritas.
“Wujudkan dengan belajar membiasakan hal yang baik, karena itu akan memberikan umur panjang,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Tuama menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama mengabdi di perusahaan listrik negara. “Jika ada kesalahan selama berada di PLN, mohon maaf. Bagaimanapun, saya adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan,” tutupnya.
Pesan moral dari Rungkat Sumual ini menjadi penutup perjalanan panjangnya di dunia ketenagalistrikan, sekaligus warisan semangat bagi generasi penerus di lingkungan PLN.

