WAREMBUNGAN, swararakyat.id – Suasana politik di tingkat desa mulai terasa hangat menyongsong Pemilihan Hukum Tau (Kepala Desa) Warembungan yang akan digelar pada 17 Juni mendatang.
Salah satu figur yang mencuat dan resmi mendaftarkan diri adalah Lius Paulus Leke, seorang pengusaha sukses yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Aquwar Tirta Jaya.
Pria kelahiran Manado, 30 Juni 1975 ini, tidak asing di kalangan pengusaha air kemasan. Ia tercatat aktif di organisasi kemasyarakatan skala nasional seperti ASPADIN dan AMANDATARA.
Namun, di balik kiprahnya di dunia usaha, Lius dikenal sebagai putra daerah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kampung halamannya.
Dalam visi yang dipaparkannya kepada media kontras, Lius mengusung jargon besar: “Mewujudkan Desa Warembungan yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera melalui Pemerintahan yang Transparan dan Pelayanan Prima.”
Prioritas Kopdes Merah Putih
Menurut Lius, program pemerintah yang paling relevan dan akan menjadi prioritas pertamanya jika terpilih adalah pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Bagi saya, KDMP bukan sekadar koperasi biasa. Ini adalah bank desa, toko desa, sekaligus gudang desa bagi masyarakat. Melalui KDMP, kami akan membentuk kelompok tani, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga UMKM yang tergabung dalam BUMDes di bidangnya masing-masing,” tegas Lius di sela-sela kampanye.
Ia mengakui bahwa tiga program prioritas hanya bisa tercapai dengan dukungan penuh warga.
“Saya butuh kepercayaan masyarakat pada 17 Juni nanti. Tiga langkah awal sudah saya siapkan, tentunya demi kesejahteraan kita bersama,” tambahnya.
Dukungan Sang Istri dan Aktivitas Gereja
Dari sisi keluarga, Lius didampingi oleh istri yang juga seorang akademisi bergengsi, Dr. Meylan Maasye Maramis, SH., MH., yang merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Pasangan ini telah dikaruniai tiga orang putra-putri: Patricia Injilia Leke, Craig Ariel Leke, dan Fahreza Evander Leke.
Tak hanya di bisnis dan politik, Lius juga aktif dalam pelayanan di GMIM Sion Warembungan. Ia diketahui menjabat sebagai Ketua Tim Kerja PKB, Bendahara Panitia H2RG, serta anggota Komisi PKB di jemaat tersebut.
Misi 5 Poin untuk Warembungan
Dalam kesempatan yang sama, Lius merincikan lima misi yang akan dijalankannya:
- Pemerintahan transparan dan akuntabel.
- Pembangunan merata.
- Pemberdayaan ekonomi masyarakat.
- Kerukunan sosial.
- Pelayanan publik berkualitas.
Ia menegaskan bahwa pelayanan masyarakat, administrasi kependudukan, keamanan, informasi publik, dan transparansi pengelolaan keuangan desa adalah tugas pokok kepala desa yang tidak bisa ditawar.
“Jangan sampai masyarakat bingung dengan anggaran. Itu tugas pokok saya dan perangkat desa ke depannya,” pungkas Lius.
Masyarakat Warembungan dijadwalkan memberikan suara pada 17 Juni 2026, dengan harapan sosok pemimpin yang lahir dari rahim pengusaha dan birokrat akademisi ini mampu membawa angin segar bagi desa.(*)

