MANADO, swararakyat.id – Sikap dan tindakan dari Management PT PLN UID Suluttenggo dan VP Area 11 yang dinilai hanya bersikap masa bodoh dan tak menghiraukan talenta yang dimiliki putra putri terbaik milik daerah yang sementara merintis karir di PT PLN UID Suluttenggo, sepertinya membuat DPD Serikat Pekerja (SP) PT PLN Suluttenggo tak bisa mentolerir lagi.
Pasalnya organisasi yang dikomandani Joko Susanto tersebut, berencana akan menggelar aksi demo besar besaran senin pekan depan dengan mengerahkan seluruh anggota mereka yang berada di tiga provinsi masing masing Sulut, Sulteng dan Gorontalo.
Aksi ini sebagai bentuk sikap protes mereka terhadap GM PT PLN UID Suluttenggo dan VP Area 11 Jimmy Aritonang yang mengabaikan talenta talenta terbaik milik Suluttenggo. Bahkan mendahului aksi ini, DPD SP PLN UID Suluttenggo sudah memasang beberapa baliho ukuran raksasa di lapangan kantor PLN Suluttenggo yang bermaterikan sikap protes mereka.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pekerja PLN UID Suluttenggo, Joko Susanto, kepada media ini dengan nada tegas menyatakan bahwa kehadiran kedua pimpinan tersebut di UID Suluttenggo sejatinya hanya membawa kekecewaan.

Hal ini sesuai dengan penilaian mereka, GM Usman Bangun terkesan hanya bersikap masa bodoh dan tidak memiliki kepedulian terhadap talenta lokal yang dinilai mampu berkarya di kampung halaman masing-masing.
“Kehadiran Pak Usman Bangun ke Suluttenggo justru menunjukkan sikap masa bodoh untuk memperjuangkan Talent Suluttenggo yang seharusnya diberi kesempatan membangun daerahnya sendiri,” ujar Joko Susanto kepada wartawan di Manado, Rabu (15/7/26).
Kondisi inilah yang menjadi pemicu bagi DPD Serikat Pekerja PLN UID Suluttenggo mengambil sikap tegas. Mereka berkomitmen akan terus mengawal hak-hak pegawai agar memperoleh kesempatan yang sama dalam pembangunan daerah.
“Kami akan mengawal para pegawai yang punya hak dan kesempatan yang sama untuk membangun daerahnya,” tegasnya.
Joko Susanto juga menambahkan bahwa GM Usman Bangun seharusnya bisa menjadi harapan bagi para talenta Suluttenggo untuk dipromosikan. Namun kenyataannya, janji-janji yang disampaikan hanya bersifat lips service atau sekadar manis di telinga tanpa realisasi nyata.
“Pak Usman Bangun bisa menjadi harapan bagi para talent Suluttenggo, namun kenyataannya hanya lips service alias sekadar enak didengar saja,” sesalnya.
Kami akan hadirkan seluruh anggota SP dari tiga provinsi, Sulteng, Gorontalo, dan Sulut di kantor PLN UID Suluttenggo untuk menyuarakan tuntutan kami,” tambah Joko Susanto yang dikenal gigih memperjuangkan hak-hak anggotanya.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PLN UID Suluttenggo menyembunyikan diri belum dapat dikonfirmasi terkait pernyataan serikat pekerja dan rencana aksi damai tersebut.(*)9

