BITUNG,swararakyat.id — Gelombang semangat pendukung Tim Samba mulai terasa di Kota Bitung. Menjelang pelaksanaan Pawai Damai Fans Brasil Kota Bitung yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026, para penggemar Brasil menggelar rapat pemantapan pada Kamis (4/6) pukul 17.00 WITA di kediaman Warno Humanti, Kelurahan Pateten.
Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan pawai, mulai dari rute perjalanan, koordinasi peserta, atribut yang digunakan, hingga komitmen menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Suasana rapat berlangsung penuh keakraban. Hadir sejumlah tokoh dan penggerak komunitas pendukung Brasil di Kota Bitung, di antaranya Pdt. Robby Kawengian, Alfred Salindeho, Axsel Galatang, Emon Kex Mudami, serta sejumlah koordinator wilayah dari berbagai kecamatan.
Yang menarik, komunitas pendukung Brasil di Kota Bitung ternyata memiliki basis yang cukup besar. Ratusan penggemar Tim Samba yang tersebar di seluruh kecamatan kini berhimpun dalam satu wadah yang dikenal dengan nama Brasil Mania Kota Bitung.
Meskipun berasal dari latar belakang profesi, usia, dan lingkungan yang berbeda, mereka dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap tim nasional Brasil, pemegang rekor gelar juara dunia terbanyak dalam sejarah sepak bola.
Koordinator Lapangan, Mr. Yora Jerbas, menegaskan bahwa persiapan yang dilakukan komunitas pendukung Brasil di Kota Bitung sejauh ini berjalan dengan baik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjadi pendukung sepak bola bukan hanya soal euforia, tetapi juga tentang kebersamaan, sportivitas, dan tanggung jawab. Karena itu kami mengusung konsep pawai damai. Semua peserta diharapkan menjaga ketertiban dan menghormati pengguna jalan maupun pendukung tim lainnya,” ujarnya.
Menurut Yora, dibandingkan komunitas pendukung negara lain, Fans Brasil Kota Bitung termasuk yang paling siap menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.
“Kami optimistis. Persiapan terus dimatangkan. Yang pasti, Fans Brasil Kota Bitung siap menyukseskan pawai damai ini. Brasil Mania Kota Bitung siap menyambut Piala Dunia 2026 dengan penuh semangat dan persaudaraan,” katanya.
Selain menjadi ajang silaturahmi sesama pendukung, pawai damai ini juga diharapkan menjadi sarana menunjukkan bahwa sepak bola dapat menjadi ruang pemersatu masyarakat, bukan pemecah perbedaan.
Dengan atribut kuning-hijau yang khas dan kibaran bendera Brasil di sepanjang rute pawai nanti, para pendukung berharap dapat menghadirkan suasana meriah namun tetap tertib.
Bagi mereka, Piala Dunia bukan hanya tentang pertandingan. Ia adalah perayaan harapan. Dan bagi Brasil Mania Kota Bitung, harapan itu sederhana namun besar:
Melihat Brasil kembali mengangkat trofi Piala Dunia dan meraih bintang keenamnya.
“Brasil di Hati, Sportivitas Nomor Satu. Menuju Bintang Keenam!”

