MINAHASA, swararakyat.id – Kegiatan Lomba dalam rangka HUT Ke 64 PKB GMIM yang digelar di Wilayah Kakas 1 , Kakas 2 dan Wilayah Tandengan, diwarnai insiden lampu padam secara tiba-tiba saat kegiatan lomba sementara berlangsung.
Putusnya suplai arus Listrik tersebut diduga karena adanya unsur kelalaian dari pihak PLN ULP Tondano yang terkesan tidak siap dalam menyukseskan kegiatan akbar tahunan milik kaum bapa GMIM.
Akibatnya, banyak kegiatan lomba yang sementara berlangsung di lokasi lokasi gereja harus terhenti mendadak dan mengalami penundaan.
Bukan hanya itu saja, kelalaian dari pihak PLN terang saja memunculkan sikap protes dari banyak kalangan peserta terutama Paduan suara karena sangat sangat merugikan tim.
“Coba bayangkan kami sementara naik panggung dan bernyanyi kemudian tiba tiba terhenti karena lampu mati,” kesal salah satu anggota tim Paduan suara dalam lomba Paduan Suara Small Choir Seri A di GMIM Baitani Toulimembet wilayah kakas.
Bahkan ada peserta yang secara spontan melontarkan kritik keras terhadap pihak PLN, karena dianggap tidak siap dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Selama beberapa tahun ikut kegiatan lomba seperti ini baru sekarang sementara kegiatan tiba tiba lampu mati,” kritiknya, disela sela istirahat sejenak dalam keadaan gelap gulita karena, lampu padam.
Disisi lain, salah satu panitia pelaksana yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media, Jumat (9/1/2026). Menurutnya, sebagai kegiatan keagamaan berskala besar, seharusnya PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tondano telah melakukan persiapan teknis, termasuk penyiagaan peralatan pendukung.
“Semestinya dengan kegiatan keagamaan seperti ini, PLN ULP Tondano sudah mempersiapkan peralatan dalam mendukung kegiatan. Namun kenyataannya tidak demikian, sehingga beberapa acara harus tertunda,” ujar panitia melalui pesan singkat WhatsApp.
Insiden ini memicu pertanyaan publik mengenai tingkat kepedulian PLN terhadap kegiatan sosial-keagamaan di wilayah tersebut. Pasalnya, pemadaman terjadi tepat di lokasi kegiatan yang sedang dihadiri banyak jemaat.
Upaya media ini untuk mengonfirmasi penyebab teknis pemadaman mengalami jalan buntu. Frans Napitupulu, selaku Team Leader Teknik PLN ULP Tondano, hingga berita ini diturunkan tidak memberikan respons meskipun telah dihubungi melalui sambungan telepon.
Sikap serupa ditunjukkan oleh Manager PLN ULP Tondano, Rayki Limpong. Hingga berita ini dipublikasikan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan panitia.
Kondisi ini membuat kinerja PLN ULP Tondano dipertanyakan. Publik menilai, seakan-akan PLN tidak peduli terhadap kelancaran kegiatan akbar warga Kaum Bapa GMIM yang sempat mengalami banyak perubahan akibat padamnya lampu di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak manajemen PLN mengenai penyebab pasti pemadaman dan alasan ketidakhadiran petugas teknis di lokasi acara.(*)

