Manado, swararakyat.id — Aksi demo massa serikat pekerja PLN mengguncang Kantor PLN UID Suluttenggo, Senin (20/7). Puluhan buruh listrik yang datang dari berbagai daerah bersatu menyuarakan aspirasi.
Bahkan, para pasukan ‘merah’ dibawah komando Ketua DPD SP PT PLN Suluttenggo Joko Susanto, langsung action menyegel ruangan HCBP sebagai simbol ketidakpercayaan dan sikap protes. Selain itu mereka juga menggelar orasi dengan menyuarakan bahwa manajemen terkesan hanya memberi “lips service” tanpa tindakan nyata bagi talenta-talenta milik Suluttenggo.
Aksi demonstrasi yang berlangsung relatif damai namun sarat dengan tuntutan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC PLN Manado, Christian Walangitan.
“Kami akan bawa aspirasi ini ke tingkat pusat! Janji manajemen selama ini omong kosong belaka!” teriak Ketua DPD SP PLN UID Suluttenggo, Joko Susanto, di hadapan General Manager Usman Bangun dan jajaran yang menerima langsung orasi di depan gerbang kantor.

Sekedar diketahui, puluhan pekerja yang hadir berasal dari DPC PLN Kotamobagu, Toli-Toli, Gorontalo, hingga Manado. Mereka menyuarakan sembilan tuntutan utama yang menggetarkan ruang rapat pimpinan. Diantaranya menuntut manajemen menghormati komitmen yang telah dibuat, menolak nepotisme, mengevaluasi kinerja GM dan SRM yang dinilai gagal mengembangkan talenta lokal, serta membatalkan SK Asman NPS UP3 Gorontalo.
Para pekerja juga menuntut transparansi mutasi dan promosi, jaminan kepastian karir, serta mengkritik peran HCBP Area 11 yang dinilai tidak pernah memberikan solusi dan gagal menjaga hubungan industrial yang harmonis.
Meski tidak menolak pegawai dari luar daerah, mereka menegaskan bahwa dalam masa transisi, talenta internal Suluttenggo harus diutamakan untuk jabatan manajemen dasar.

Ditengah aksi, puluhan pekerja dengan khusyuk menyegel ruangan HCBP sebagai bentuk protes atas keputusan yang dianggap abai terhadap putra daerah. “Kami ingin membangun daerah sendiri, bukan hanya menjadi penonton di tanah kelahiran kami,” ujar salah seorang peserta.
Dihadapan para pendemo, GM Usman Bangun menerima pernyataan resmi terkait seluruh tuntutan. Menurutnya, pihaknya telah berusaha, namun keputusan final dan domain berada di PLN Pusat (Persero). Ia pun mengajak seluruh elemen untuk berdialog. “Saya mengajak kita semua duduk bersama mencari solusi terbaik,” pungkas pria asal Kabanjahe, Sumatera Utara ini. (*)

