Manado, Swararakyat.id – Di balik kemeriahan dan hikmatnya upacara penaikan serta penurunan bendera Merah Putih di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara pada Senin (27/8/26) kemarin, ada peran vital dari petugas garda terdepan kelistrikan. Suksesnya rangkaian acara peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak terlepas dari kerja keras tim PLN UP3 Manado yang memastikan pasokan listrik tetap “tanpa kedip”.
Panggung utama acara yang dihadiri oleh unsur Forkopimda serta para tokoh masyarakat itu menyala terang tanpa gangguan berarti. Hal itu merupakan buah dari persiapan matang yang telah dilakukan sejak jauh hari oleh tim yang dipimpin oleh Nasrullah Tawa’a dan jajarannya.

Nasrullah Tawa’a, yang menjabat sebagai Asisten Manager Jaringan di PLN UP3 Manado, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kelancaran operasional kelistrikan pada momen sakral tersebut.
“Alhamdulillah, bersama tim di PLN Manado kami telah melakukan persiapan yang matang guna ikut memberikan sumbangsih nyata di hari kemenangan ini. Kami tidak ingin ada satu pun kedipan listrik yang mengurangi kekhidmatan acara perayaan kemerdekaan RI ke-81. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” ujar Nasrullah Tawa’a kepada awak swararakyat.id di sela-sela pengawasan jalur distribusi.
Pria yang akrab disapa sebagai ‘ponggawa’ (pemimpin-red) di tim Jaringan PLN UP3 Manado ini menjelaskan bahwa strategi pengamanan pasokan listrik dilakukan secara berlapis. Mulai dari pengecekan infrastruktur gardu induk hingga penyiagaan unit-unit cadangan di titik-titik rawan.
Kerja ekstra juga ditunjukkan oleh Riedel Tampi, yang akrab disapa ‘Dragon’ Tampi. Bersama Team Leader Noorrohman dan tim teknis lapangan, Dragon Tampi bertugas memastikan setiap aliran listrik yang mengalir ke panggung utama dan peralatan tata suara berada dalam kondisi stabil.
“Kami siaga 24 jam penuh. Pada hari puncak kemerdekaan ini, tidak ada istilah libur. Kami memastikan semua peralatan dalam kondisi prima. Listrik tanpa kedip adalah harga mati bagi kami,” tegas Dragon Tampi saat ditemui di posko siaga yang didirikan di area belakang panggung utama.

Tim yang dipimpin oleh Dragon Tampi ini tidak hanya bekerja ekstra dalam hal pemantauan beban, tetapi juga melakukan koordinasi intensif dengan panitia pelaksana untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan daya saat malam puncak perayaan. Berkat kesigapan ‘Dragon’ dan pasukannya, suasana hikmat upacara penaikan bendera hingga penurunan bendera di sore hari dapat berlangsung khidmat tanpa kendala berarti.
Dengan suksesnya pengamanan pasokan listrik ini, PLN UP3 Manado kembali membuktikan komitmennya sebagai tulang punggung energi nasional, khususnya dalam mendukung setiap agenda penting masyarakat dan pemerintahan di Provinsi Sulawesi Utara. (*)

