JAKARTA,swararakyat.id – Ekosistem ekonomi kreatif Indonesia memasuki babak baru. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama Indosat Ooredoo Hutchison dan raksasa teknologi global Adobe resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mengubah kreativitas anak muda menjadi peluang ekonomi yang nyata. Langkah ini diambil menyusul temuan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 yang menyatakan bahwa meskipun akses dan keterampilan digital masyarakat meningkat, potensi dampak ekonomi dari tren tersebut masih belum tergarap maksimal.
Kolaborasi yang diumumkan di Jakarta, Kamis (1/6), ini merupakan program pemberdayaan menyeluruh. Indosat menyediakan jangkauan nasional dan platform pemberdayaan GENSi, Adobe menghadirkan perangkat kreatif berbasis AI serta kurikulum, sementara Kemenekraf memastikan penguatan ekosistem melalui program unggulan ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector).
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) harus menjadi alat penguat, bukan pengganti, kreativitas manusia. “Fondasi ekonomi kreatif Indonesia adalah kekayaan intelektual dan budaya. Kemitraan ini adalah contoh nyata bagaimana pemerintah dan industri membekali generasi muda agar mampu bersaing secara global,” ujarnya dalam sambutan. Ia mengajak seluruh kreator di jaringan Kemenekraf untuk memanfaatkan inisiatif ini guna mewujudkan ide-ide menjadi karya yang berdampak dan bernilai ekonomi.
President Director and CEO Indosat, Vikram Sinha, menyatakan bahwa pihaknya melihat talenta melimpah di Indonesia hanya membutuhkan akses perangkat dan keterampilan yang tepat. “Kami ingin membantu generasi kreator mengembangkan potensi maksimal. Inilah cara kami memberdayakan Indonesia dan membangun masa depan yang #LebihBaik,” tegasnya.
Salah satu terobosan utama dalam kerja sama ini adalah komitmen Adobe menjadikan Indonesia sebagai negara pertama untuk meluncurkan program monetisasi kreator perdananya. Melalui aplikasi Adobe Express, para kreator dapat menggunakan template rancangan lokal dan berpeluang memperoleh penghasilan langsung dari karya mereka. Peserta terpilih bahkan akan mendapat kesempatan memamerkan karya di IDEAFEST, festival kreatif terbesar di Indonesia.
David Wadhwani, President of Creativity & Productivity Business Adobe, menyatakan kebanggaannya dapat mendukung komunitas kreatif Indonesia. “Kami menghadirkan Adobe Express ke lebih banyak orang, menyediakan kurikulum, serta membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan,” ungkapnya.
Dalam implementasinya, Indosat akan memberikan akses premium gratis Adobe Express selama enam bulan kepada seluruh pelanggan, disertai modul pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Sementara itu, melalui platform GENSi yang telah membekali lebih dari 10.000 pemuda, Indosat menargetkan menjangkau 15.000 anak muda tahun ini. Kemenekraf juga akan mengintegrasikan program ini ke dalam ECHOES untuk memperluas literasi ekonomi kreatif dan kekayaan intelektual di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi katalis bagi pergerakan ekosistem kreatif nasional, dari tahap belajar, berkarya, hingga pada akhirnya membuka peluang monetisasi yang berkelanjutan bagi talenta-talenta muda Indonesia.(*)

