MANADO,swararakyat.id – Pendaftaran peserta Gerakan Literasi dan Karakter Kaum Muda Manado Tahun 2026 resmi dibuka. Mengusung tema “Sejuta Asa untuk Kota Tercinta”, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk memperkuat kapasitas literasi, karakter, serta kecakapan digital di tengah arus informasi yang kian deras.
Program yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni 2026 ini merupakan hasil kolaborasi lintas institusi, melibatkan Fakultas Psikologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon, Pokja PWI Kota Manado, Rumah Binlat, dan Kawanua Digital. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan holistik dalam pembinaan generasi penerus daerah.
Ketua Panitia, Farels Kasenda, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bekal jangka panjang bagi peserta, tidak hanya dalam ranah akademik tetapi juga pembentukan mental dan adaptasi sosial. Ia mengajak para orang tua untuk mendorong putra-putrinya bergabung, mengingat manfaat strategis yang ditawarkan.
“Generasi muda perlu dibekali bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui kegiatan ini kami ingin membuka ruang belajar yang positif dan inspiratif bagi mereka,” ujar Farels saat ditemui di sela-sela persiapan panitia, Jumat (20/6).
Farels menambahkan, peserta yang mengikuti rangkaian acara akan memperoleh nilai tambah berupa sertifikat penyelenggara, yang dinilai dapat menjadi portofolio penting dalam perjalanan pendidikan maupun karier di masa depan. Selain itu, bagi peserta yang memenuhi ketentuan, tersedia kesempatan emas untuk berkontribusi dalam penyusunan buku antologi ber-ISBN.
Sementara itu, Koordinator Humas kegiatan, Lulu Tartiela Leonita, menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Mulai dari penyebaran informasi yang tidak terverifikasi (hoaks) hingga berbagai persoalan sosial yang mempengaruhi kesehatan mental remaja.
“Kami ingin anak-anak muda memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu menyaring informasi dengan baik, serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang sangat cepat,” tegas Lulu, yang akrab disapa dengan sapaan itu.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dibangun di atas empat pilar utama: penguatan mental, literasi, pembentukan karakter, dan literasi digital. Menurutnya, program ini bukan sekadar ajang seremonial atau kompetisi hadiah, melainkan gerakan edukatif substantif untuk membangun generasi Manado yang berintegritas dan kompetitif.
Panitia menargetkan partisipasi luas dari pelajar dan pemuda lintas sekolah serta komunitas di Kota Manado. Sebagai bentuk komitmen akses pendidikan yang merata, seluruh kegiatan diselenggarakan secara gratis, dengan fasilitas materi, konsumsi, dan sertifikat bagi peserta.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang telah disediakan panitia di laman docs.google.com. Penyelenggara berharap, Gerakan Literasi 403 ini menjadi momentum kebangkitan generasi muda Manado yang cerdas, adaptif, dan mampu membawa harapan baru bagi kemajuan daerah di masa mendatang. (*)

