TOMOHON,swararakyat.id – Kota Tomohon dibawah kepemimpinan Walikota Caroll JA Senduk SH dan Wakil Walikota Sendy GA Rumayar SE, MIKom, dinilai berhasil menciptakan standard baru dalam tata kelola Pemerintahan di Sulawesi Utara.
Hal ini diungkapkan ekonom dan pemerhati kebijakan publik LSM FORTRAN, Stefy Edwin Tanor, SE, Ak, MM, dalam analisis terbarunya yang menyoroti lompatan kinerja signifikan Kota Tomohon.
Bersasarkan data Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (EKPPP) dari Kementerian PAN-RB Republik Indonesia, Kota Tomohon meraih skor impresif 4,2 (predikat A-).
Angka ini menempatkan Tomohon sebagai pemimpin klasemen Pelayanan Publik di Sulawesi Utara, melampaui Kota Manado 3,67 (predikat B) dan Kota Kotamobagu 3,71 (predikat B).
Ini adalah sebuah “anomali positif”, disaat kota-kota besar lain masih bergelut dengan tantangan birokrasi, Kota Tomohon justru mampu melejit dengan skor 4,2 (A-).
Bagi investor dan pelaku ekonomi, angka ini adalah jaminan efisiensi dan rendahnya hambatan usaha, ujar Tanor.
Menurutnya, keberhasilan ini buah dari “Hybrid Leadership” atau sinergi lintas generasi antara Caroll Senduk dan Sendy Rumayar.
Walikota Caroll Senduk berfungsi sebagai “Anchor” atau jangkar stabilitas, terutama dalam mempertahankan opini WTP 11 tahun berturut-turut.
Sementara itu Wakil Walikota Sendy Rumayar berperan sebagai “Accelerator” yang membawah napas inovasi digital dan inklusivitas pelayanan kedalam birokrasi, ungkap Tanor.
Analisis tersebut juga menyoroti pengakuan Internasional yang baru saja diraih, yakni ASEAN Clean Tourist City 2026.
Prestasi ini dianggap sebagai sertifikasi kualitas hidup Internasional yang akan mendongkrak daya saing ekonomi Tomohon dilevel regional Asia Tenggara.
Selanjutnya Stefy juga menekankan bahwa prestasi ini akan diikuti dengan harapan rakyat Tomohon agar “Standard skor A-” ini menjadi fondasi bagi transformasi Tomohon menjadi Smart City dan Pusat Agrowisata unggulan.
“Secara politik dan ekonomi, duet Caroll – Sendy telah berhasil menerapkan “politik kinerja” berkesinambungan.
Tantangan kedepan adalah merawat kepercayaan publik ini dengan memastikan setiap prestasi yang diraih berdampak langsung kepada kesejahteraan di ‘meja makan rakyat’, ujar Tanor.
Jangan lupa juga dibalik berbagai prestasi dan penghargaan yg diterima Kota Tomohon, tentu ada “panglima perangnya” yg menjadi komando dilapangan yakni Sekretaris Daerahnya, Edwin Roring SE, ME.
Secara birokrasi beliaulah yg paling bertanggung jawab atas semua action birokasi daerah, tutup Stefy.(*)

