Manado,Swararakyat.id – Warga Kelurahan Malendeng, Kota Manado, menjerit atas buruknya pelayanan listrik dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manado Utara. Dimana, dalam kurun waktu selama 3 hari , suplai Listrik di kawasan tersebut mati hidup. Dalam sehari sedikitnya terjadi 5 kali pemadaman Listrik dengan durasi waktu yang cukup lama.
Seperti yang dilontarkan salah satu warga Malendeng, Subhan Sabu yang dengan nada emosi meluapkan kekecewaannya terhadap pelayanan dari PLN Manado Utara yang dinilainya buru.
Kepada wartawan swararakyat.id, Selasa (21/5/2026), Subhan menceritakan bahwa dalam tiga hari terakhir, pasokan listrik di kawasan Malendeng mengalami pemadaman bergantian hingga lima kali sehari (21/5/2026).
“Sudah tiga hari ini, mati hidup listrik sampai 5 kali. Ini sangat merugikan warga,” ujar Subhan dengan nada kesal.
Ia menjelaskan bahwa pemadaman yang tak menentu ini bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga mengancam peralatan elektronik warga.
“Kalau ada perbaikan, pihak PLN harusnya melakukan pengumuman kepada warga. Biar kami bisa antisipasi. Karena kalau terjadi setiap hari seperti ini, kulkas, TV, komputer bisa rusak. Ini sangat merugikan,” tegasnya.
Subhan juga menyoroti buruknya komunikasi PLN kepada pelanggan. Ia merasa kecewa dengan pelayanan yang dinilainya tidak profesional.
“Kami warga Malendeng kecewa berat dengan pelayanan PLN yang sangat buruk. Tidak ada pemberitahuan, padahal mati listrik sudah seperti jadwal harian,” sesalnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi redaksi swararakyat.id kepada pihak PLN ULP Manado Utara belum membuahkan hasil. Manager PLN ULP Manado Utara, Yuga Marlinda, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp hingga berita ini diturunkan, belum memberikan jawaban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PLN terkait keluhan warga Malendeng yang sudah tiga hari berturut-turut mengalami pemadaman hingga lima kali sehari.
Warga berharap PLN segera bertindak dan memperbaiki sistem kelistrikan di wilayah Malendeng. (*)

