Manado,swararakyat.id – Sinyalemen mark up atas pembangunan kantor pusat baru Bank SulutGo (BSG) yang saat peresmian disebutkan beranggaran Rp 251 miliar, kini ditengarai ongkosnya disebut-sebut mencapai Rp 300 M.
Dikutip dari kabarmetro.co, sumber media itu
tertuju pada adanya perbedaan nilai anggaran cukup signifikan serta dugaan ketidaksesuaian penilaian harga. Kabarnya dugaan tersebut kini tengah diselidiki aparat penegak hukum.
Sebelumnya, saat peresmian, manajemen BSG menyebutkan nilai proyek ini sekitar Rp 251 Miliar Rupiah untuk pembangunan gedung delapan lantai dengan fasilitas modern.
Namun, informasi terbaru diterima kabarmetro.co, Kamis (23/4/2026) malam, menyebutkan, angka tersebut kini dikaitkan dengan total anggaran yang mencapai Rp 300 Miliar Rupiah.
Seorang narasumber media ini yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, adanya kejanggalan dalam penilaian nilai bangunan tersebut.
“Soal penilaian harga bangunan itu katanya tidak sesuai dan ada perbedaan jauh. Kejati yang tahu hitungan nilai bangunan, dan yang dibayarkan BSG,” beber sumber.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, mengapa ada selisih cukup besar antara angka yang diumumkan ke publik sebesar Rp 251 miliar)l dengan angka yang kini beredar dan diperiksa, Rp 300 Miliar.
Apakah terjadi pembengkakan biaya tak wajar, atau ada komponen biaya lain yang tidak dijelaskan secara transparan, lebih jauh, narasumber juga menyinggung soal spesifikasi fisik.
Disebutkan luas bangunan direncanakan dengan jumlah lantai yang juga menjadi bahan perhitungan, belum lagi soal nilai tanah dan aspek teknis lainnya kini tengah ditelusuri.
“Luas bangunan sekian dengan 9 lantai, kemudian tafsiran harga tanah dan lain sebagainya yang sedang diperiksa, belum lagi soal tender? Saya tidak tahu teknisnya, tapi APH punya standard nilai dan lain-lain,” tambahnya.
Mediakontras.com
Mediakontras.com
ManadoPepah, Beto dan Louisa Dipertahankan untuk Mempermudah Pengusutan Dugaan Mark Up Kantor Baru BSG?Published 2 bulan lalu pada 13 Februari 2026By Reky SimbohInCollage 20260213 141134796Foto: Gedung Baru Bank SulutGo di Kawasan Boulevard Manado,(Foto insert: Dirut Revino Pepah)
MANADO,mediakontras.com – Dipertahankannya tiga direksi lama Bank SulutGo (BSG) diduga ada kaitan dengan pengusutan dugaan mark up pembangunan kantor baru Bank itu oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.
Sebuah sumber yang mantan petinggi BSG mengungkapkan, informasi soal adanya dugaan mark up kantor pusat baru bank yang berlokasi di jalan Pierre Tendean itu, sudah beredar di kalangan pensiunan bank ini.
“Kita dapat info demikian,” ujar sumber sambil mewanti-wanti agar identitasnya tidak dipublikasikan.
Seperti diketahui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Selasa (10/2/2026) masih mempertahankan Revino Pepah, Joubert Dondokambey dan Louisa Parengkuan di jajaran direksi.
Menurut sumber, Pepah yang menjabat dirut dan masih dipercayakan memegang jabatan itu untuk periode lima tahun ke depan, adalah sosok penanggung jawab utama di BSG.
Sementara, Joubert Dondokambey, Direktur Umum yang akrab disapa Beto itu, juga dipercayakan lagi di posisi yang sama, adalah direktur teknis dalam pembangunan kantor baru.
“Jika di pemerintahan, dia (Joubert) itu seperti Departemen atau Dinas Pekerjaan Umum (PU),” kata sumber.
Sedangkan Louisa yang disebut-sebut kerabat dekat salah satu petinggi partai itu, adalah pengendali operasional di BSG.
“Seperti itu info yang beredar di pensiunan, apakah dugaan mark up ini benar, silahkan Anda konfirmasikan. Analisa saya, tiga direksi dipertahankan menjabat karena merekalah penanggung jawabnya, agar jika benar ada penyimpangan, akan lebih mudah mengusut,” tambahnya.
Seperti diketahui, biaya pembangunan gedung kantor pusat baru BSG diplot sebesar Rp251 miliar.
Gedung ini dirancang dengan konsep modern-futuristik setinggi 8 lantai, yang mencakup fasilitas parkir gedung hingga 3 lantai dengan total kapasitas 100 kendaraan.
Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan layanan bank.
Pelaksana pembangunan adalah PT Pembangunan Perumahan (PP) Construction & Investment.
Pekerjaan pembangunan dimulai dengan downbreaking yang dilakukan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Direktur Utama Bank SulutGo Revino Pepah bersama jajaran, di kawasan Marina Plaza, Kamis (28/10/2021).
Jangka waktu pembangunan selama 14 bulan.
“Impian memiliki kantor baru yang representatif sudah terjawab melalui pemerintah Sulawesi Utara, stakeholder sekaligus pemegang saham pengendali yang telah memberikan restu untuk pembangunan kantor pusat yang baru,” papar Dirut Revino Pepah dalam sambutan ketika itu.
Dalam paparannya Pepah mengurai design kantor baru ini. Terdapat 8 Lantai, masing-masing 3 lantai untuk parkir gedung dengan total kapasitas hingga 100 parkiran
kendaraan.
Fasilitas lainnya, terdapat ruang comercial area di lantai dasar, lounge untuk priority banking dan Vip, satu ruang serba guna dengan kapasitas 500 orang dengan roof top garden, 10 meeting room, 3 area breakout & collaborating space sebagai ruang kreatif dan casual meeting, 1 lantai difungsikan sebagai commercial office (kantor sewa).
“Secara umum, kantor pusat dibangun di atas luas bangunan, ± 18.900 M2, luas lahan 4.429 M2,” ujarnya.(*)

