MANADO, swararakyat.id – Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-403 Kota Manado yang jatuh pada 14 Juli 2026 mendatang, sebuah gerakan literasi besar-besaran digagas melalui kolaborasi strategis antara Pokja PWI Kota Manado, Fakultas Psikologi UKIT, Rumah Bimbingan Pelatihan (Binlat), Kawanua Digital, serta Pemerintah Kota Manado.
Mengusung tema “Sejuta Asa untuk Kota Tercinta”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukatif untuk melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, dan berkarakter. Program ini diwujudkan dalam dua kompetisi utama, yakni lomba karya tulis bertajuk “Surat untuk Wali Kota” dan lomba puisi yang terbuka bagi pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA/sederajat se-Kota Manado.
Sekretaris Pokja PWI Kota Manado, Haryadi, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata sinergi elemen masyarakat dalam membangun budaya literasi yang sehat.
“Pada prinsipnya kami dari PWI mendukung penuh kegiatan ini. Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi membangun cara berpikir kritis, santun, dan mampu menyampaikan gagasan solutif bagi daerah. Semangat ini sejalan dengan tugas pers dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat,” ujarnya usai rapat perdana panitia di Sekretariat Pokja PWI Kota Manado, Kamis (18/6).
Haryadi menambahkan, melalui kompetisi ini para peserta tidak hanya menuangkan ide dan kreativitas, tetapi juga dilatih memahami isu aktual. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan serta keberanian menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab sejak dini.
Sementara itu, panitia pelaksana Lulu Tartiela Leonita mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan terus dimatangkan. Pendaftaran peserta rencananya akan dibuka secara daring mulai 20 Juni 2026.
“Link pendaftaran akan segera diumumkan kepada publik. Kami mengajak seluruh pelajar di Manado untuk mempersiapkan diri dan menjadi bagian dari gerakan ini,” katanya.
Gerakan Literasi dan Karakter Kaum Muda ini menjadi yang pertama digelar dalam skala kolaboratif lintas institusi. Selain menjadi kado istimewa perayaan HUT Kota Manado, kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam mencetak generasi cerdas, berintegritas, dan peduli terhadap masa depan daerah.
Melalui semangat “Sejuta Asa untuk Kota Tercinta”, para pemangku kepentingan berharap lahir gagasan-gagasan segar dari kalangan pelajar yang dapat menjadi inspirasi bagi pembangunan Kota Manado yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing. (*)

