Manado,swararakyat.id – Suasana Imlek terasa begitu kental di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Bukan hanya sekadar tempat transit, bandara kali ini menjelma menjadi ruang publik yang penuh keceriaan dengan hadirnya atraksi barongsai yang memukau para pengguna jasa bandara, Rabu (29/1/2026).
Pertunjukan yang digelar di terminal ruang tunggu keberangkatan dan lobi kedatangan tersebut berhasil menyedot perhatian para penumpang. Di sela-sela menunggu jadwal penerbangan atau yang baru tiba di Manado, mereka disuguhi atraksi lincah barongsai dengan iringan tabuhan tambur khas yang menggema di seluruh sudut terminal.
“Kami baru saja mendarat dari Jakarta dan disambut langsung dengan pertunjukan barongsai. Ini pengalaman pertama yang sangat seru dan tidak terduga. Anak-anak kami juga sangat senang bisa berfoto dengan barongsai,” ujar salah seorang penumpang tujuan Manado, Tina (38), sambil tersenyum.
Antusiasme terpancar dari wajah para penumpang. Anak-anak hingga orang dewasa terlihat bergantian mengabadikan momen langka tersebut. Tak sedikit pula yang membagikan angpau kepada para penampil barongsai sebagai simbol berbagi kebahagiaan di tahun baru Imlek.
Kemeriahan tak hanya berhenti di situ. Para tenant di area bandara juga ikut ambil bagian dengan membagikan angpao untuk para barongsai di depan toko mereka masing-masing. Aksi simbolis ini menjadi pemandangan hangat yang merepresentasikan harapan akan keberuntungan dan kebahagiaan di tahun yang baru.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airport) Bandara Sam Ratulangi, Radity Ari Purwoko, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari upaya menghadirkan pelayanan prima sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara.
“Perayaan Imlek ini bukan hanya menjadi momen kebersamaan bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada seluruh pengguna jasa bandara. Kami ingin menghadirkan suasana yang hangat dan menyenangkan bagi setiap penumpang,” ujar Radity di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, bandara saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit semata, tetapi juga ruang publik yang mampu menghadirkan pengalaman budaya yang menyenangkan. Dengan terselenggaranya pertunjukan barongsai ini, diharapkan seluruh penumpang maupun penjemput dapat merasakan suasana perayaan yang hangat, penuh sukacita, serta membawa keberuntungan bagi perjalanan dan aktivitas di tahun ini.
Tak sedikit penumpang yang memanfaatkan momen ini untuk berswafoto bersama keluarga atau rekan perjalanan. Beberapa di antaranya bahkan ikut berjoget mengikuti irama musik tradisional Tionghoa yang mengiringi atraksi barongsai.
“Suasananya jadi lebih hidup dan ceria. Biasanya di bandara hanya duduk-duduk menunggu pesawat, tapi sekarang ada hiburan yang bikin perjalanan lebih berkesan,” timpal penumpang lainnya, Andre (42).
Perayaan Imlek di Bandara Sam Ratulangi ini menjadi salah satu bukti bahwa keberagaman budaya dapat dirayakan di mana saja, termasuk di ruang publik seperti bandara. Dengan konsep yang interaktif dan penuh warna, bandara kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara ini berhasil menciptakan pengalaman perjalanan yang berbeda dan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang melintas.(*)

