MANADO, swararakyat.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) berdampak signifikan terhadap infrastruktur kelistrikan, khususnya di wilayah kerja PLN ULP Manado Selatan.
Sejumlah fasilitas kelistrikan dilaporkan mengalami kerusakan, terutama di Kecamatan Tikala, Kota Manado. Tiang listrik roboh dan jaringan terputus, menyebabkan aliran listrik padam di beberapa titik.
Namun, berkat respons cepat jajaran PLN, pasokan listrik berhasil dipulihkan tepat sebelum perayaan Jumat Agung, Jumat (3/4/2026).
Manajer PLN ULP Manado Selatan, Reagen Jacobis, langsung memimpin upaya pemulihan di lapangan. Ia didampingi oleh Team Leader K3, Christian Walangitan, yang memastikan seluruh proses perbaikan berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja.

Perbaikan dimulai segera setelah gempa terjadi. Tim PLN fokus pada penggantian tiang listrik yang rusak serta perbaikan jaringan di titik-titik terdampak paling parah di wilayah Tikala.
Dari pantauan di lokasi, proses pergantian tiang listrik dilakukan secara intensif meskipun kondisi masih diwarnai gempa susulan. Para petugas tetap bekerja demi memastikan listrik kembali menyala bagi masyarakat.
“Kami harus mengganti tiang akibat gempa. Hingga perayaan Jumat Agung, kami sukses menormalkan pasokan listrik,” ujar Reagen Jacobis.
Sementara itu, Christian Walangitan menegaskan bahwa pengawasan keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama proses berlangsung.
“Kami terus memantau pekerjaan ini. Sekalipun para pekerja bekerja di tengah gempa-gempa susulan, kami tetap memastikan pekerjaan berjalan aman,” ungkapnya.
Hingga Jumat Agung, seluruh jaringan listrik di wilayah terdampak berhasil dinormalisasi. Keberhasilan ini menjadi bukti kesiapsiagaan dan dedikasi tim PLN dalam menjaga pelayanan kepada masyarakat, bahkan di tengah situasi bencana.
Pemulihan cepat ini juga memberi kenyamanan bagi warga Manado dalam menjalankan ibadah Jumat Agung tanpa gangguan listrik.(*)

