MANADO, swararakyat.id – Sejumlah petugas pencatat meter (bill man) menggelar aksi demonstrasi di kantor PLN UP3 Manado, Selasa (7/4/26).
Mereka menuntut hak ketenagakerjaan yang diduga tidak dipenuhi oleh perusahaan mitra kerja, PT. Almira Lintang Pratama.
Para pekerja menuntut hak berupa program DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dan BPJS Ketenagakerjaan yang belum mereka terima sejak tahun 2024.
Petugas pencatat meter (bill man) yang bekerja di bawah naungan PT. Almira Lintang Pratama, serta pihak PLN UP3 Manado yang menjadi tempat penyampaian tuntutan.
Tidak disebutkan secara spesifik, namun tuntutan mengacu pada hak yang seharusnya diterima sejak tahun 2024 hingga hari ini.
Para petugas merasa hak mereka dizalimi oleh PT. Almira Lintang Pratama karena tidak mendapatkan hak DPLK dan BPJS Ketenagakerjaan yang seharusnya mereka terima sejak tahun 2024.
Berdasarkan pantauan langsung mediakontras.com di lokasi demo, para petugas meminta PLN UP3 Manado untuk menjadi jembatan dalam memperjuangkan hak mereka.
Pihak PLN UP3 Manado saat ini masih melakukan negosiasi dengan PT. Almira Lintang Pratama selaku penanggung jawab pekerjaan bill man.
Sementara itu, Edward Jalil selaku pimpinan PT. Almira Lintang Pratama belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini.
“Kami menuntut hak kami yang mestinya kami terima di 2024, baik DPLK maupun BPJS Ketenagakerjaan. Sampai hari ini kami tidak menerima apa-apa,” ujar salah seorang pendemo dengan nada tegas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN UP3 Manado masih terus berupaya melakukan mediasi dan negosiasi dengan PT. Almira Lintang Pratama untuk menyelesaikan persoalan hak-hak para petugas pencatat meter tersebut.
Sementara itu, konfirmasi lebih lanjut dari Edward Jalil, pimpinan PT. Almira Lintang Pratama, masih diupayakan oleh awak media.(*)

