MANADO,mediakontras.com -“Dikau yang bangkit mahamulia, Dikaulah abadi jaya dan megah. Turun malak sorga putih cemerlang, kubur Ia buka tanda Kau menang…,
Itulah lirik kidung pujian rohani berjudul Dikau Yang Bangkit Mahamulia. Kidung pujian rohani di Kidung Jemaat (KJ) nomor 194 ini, dinyanyikan oleh ratusan jemaat di ibadah Paskah Kebangkitan Yesus Kristus, di Gereja GMIM Eben Haezer Kombos, Wilayah Manado, Wawonasa, Kombos (Mawakom), Minggu (5/4/2026).
Ibadah yang mengusung tema Ia telah bangkit dari antara orang mati, dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Eben Haezer Kombos, Pdt Yuliana Sembiring-Kakambong, M.Th.
Sebelumnya, di jemaat 19 kolom ini telah berlangsung ibadah Paskah Kebangkitan Yesus Kristus, sesi I pukul 05.30 Wita, dipimpin oleh Guru Agama (GA) Onitje Kawahe-Umboh. Pembacaan Alkitab dibaca dari kitab Matius 28 : 1-10 dengan judul Kebangkitan Yesus. Puji-Pujian dibawakan Pelayan khusus (Pelsus) dan jemaat kolom 12, serta baca Mazmur oleh Clara Lollohdari jemaat Kolom 11.

Clara Lolloh adalah pemenang pertama lomba Baca Mazmur kategori pemuda remaja Hari-Hari Raya Gerejawi (HRG) 2026 GMIM Eben Haezer Kombos. Pdt Yuliana Sembiring-Kakambong, M.Th, dalam khotbahnya mengatakan, Yesus telah bangkit memberi kemenangan bagi kita semua.
“Inilah dasar apa, saya dan saudara beribadah setiap hari Minggu, karena Yesus Bangkit pada hari Minggu. Dan, sejarah yang beriman muncul ketika peristiwa kubur kosong. Para perempuan pertama menyaksikan bahwa mayat Yesus telah tiada di kuburNya. Itu berarti, Penginjil Matius mau menyampaikan bagi kaum perempuan di jaman Matius ini, dipakai oleh Allah untuk memberitakan berita Kebangkitan Kristus bagi dunia. Apa pesannya, ternyata kalau perempuan yang dianggap rendah, punya nilai tertinggi di hadapan Tuhan. Tidak hanya bercerita kosong, tidak berguna, hanya pelengkap tetapi dia dipakai sebagai kaum perempuan,” ujar Pdt Yuliana.
Maria, Magdalena, dan Maria yang lain, kata Pdt Yuliana, sebagai saksi mata pertama berita Kebangkitan Kristus untuk meneruskan berita sukacita ini.
“Karena itu, para perempuan jadilah Maria Magdalena mengabarkan Injil kebenaran bukan gosip dan hoaks,” sambungnya. Dikatan Pdt Yuliana, Penginjil Matius mau menyampaikan bahwa berita tentang Kebangkitan Kristus disampaikan oleh kaum perempuan kepada murid-murid Yesus. Apa pesannya, bahwa kebangkitan Kristus menghilangkan ketakutan, kekhawatiran, dan keraguan.
“Orang Kristen yang percaya tentang Kebangkitan tidak perlu takut dan khawatir tentang hidup ini, Amin. Tentang ekonomi, tentang masa depan, tentang kehidupan setiap hari. Kebangkitan Kristus memberi jawaban, bersoraklah, bersyukurlah bahwa Yesus Bangkit tandanya maut dikalahkan. Ketakutan dan kekhawatiran hidup dihilangkan, ketakutan Maria Magdalena karena mayat Yesus hilang ternyata dijawab oleh malaikat Tuhan, jangan takut, Yesus yang kamu cari tidak ada di sini, Dia telah bangkit dan mendahului kamu di Galilea,” katanya.
Pdt Yuliana menyebut, Galilea adalah tempat pelayanan pertama Yesus ketika memanggil keduabelas muridnya. Dan, karena itu Galilea punya sejarah iman tersendiri. Yesus menampakkan diri di depan kubur kosong, tetapi Dia menampakkan diri di Galilea. Mengapa, supaya para murid ingat semua yang Yesus bilang waktu mengajar mereka dari penjala ikan menjadi penjala manusia.
Apa yang disampaikan Yesus kepada Simon Petrus dan teman-temannya, marilah kamu akan Kujadikan penjala manusia, artinya ketika Yesus Bangkit, di Galilea Ia menampakkan diri kepada murid-muridnya untuk memberitahu bahwa di Galilea itu Ia pernah berpesan bahwa anak manusia akan menderita, akan dicerca, akan difitnah, dan akan mengalami cawan penderitaan. Ia akan mati dan bangkit.
“Dan karena itu, kematian bukan sesuatu yang harus ditakuti, karena Kebangkitan Kristus memberi jalan orang-orang percaya yang mati pasti akan bangkit dan menerima kehidupan kekal. Dan, biarlah berita Paskah ini akan menyentuh hati kita semua. Segala bentuk kekhawatiran, kebencian, kedengkian, iri hati, kemalasan telah terkubur. Ketika Yesus mati Dia telah tebus. orang-orang yang merayakan Paskah tidak hanya dalam ucapan selamat Paskah, tetapi ketika orang menyampaikan selamat Paskah hati pikirannya ada perubahan, ada kemajuan, ada semangat membangun persekutuan Gereja, membangun persekutuan keluarga lebih maju, lebih rajin. Mengapa kita masuk Gereja setiap Minggu, simpel jawabannya karena Yesus Bangkit pada hari Minggu,” kata Pdt Yuliana.

Mantan ketua BPMJ GMIM Musafir Sukur ini mengatakan, Paskah disimbolkan dengan telur. Putih dan kuning ada artinya, putih menunjukkan kesucian, kuning menunjukkan kemurnian iman.
“Tinggalkan kehidupan lama penuh pemberontakan. Jadilah Paskah ini membawa warna hidup baru, pengharapan baru. Pertobatan menjadi kekuatan setiap orang percaya. Selamat Paskah saudara, Tuhan Yesus telah Bangkit, kita semua dimenangkan, hiduplah di dalam Kristus, Amin,” ucap Pdt Yuliana.
Di ibadah Paskah Kebangkitan Yesus Kristus ini juga dibacakan pesan Paskah dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) oleh Wakil Ketua BPMJ GMIM Eben Haezer Kombos, Pnt Josep Dalawa.(alex mamahit)

