SITARO,swararakyat.id – Pihak sekolah penerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Siau Timur mengungkapkan temuan mengejutkan terkait beredarnya roti kedaluwarsa yang sempat disalurkan kepada siswa.
Temuan ini memunculkan pertanyaan serius mengenai pengawasan distribusi makanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siau Timur.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Siau Timur, Dessy S. Medellu, membenarkan, pihak sekolah menerima roti yang telah melewati masa kedaluwarsa.
Roti tersebut diketahui memiliki tanggal kedaluwarsa 03 Januari 2026, namun tetap didistribusikan pada Jumat, 23 Januari 2026.
“Roti itu sudah sempat dibagikan ke kelas 10. Untuk kelas 11 dan 12, setelah kami mengetahui ada roti yang kedaluwarsa, sebagian kecil tidak kami salurkan,” ujar Medellu pada Jumat, 23/01/2026 di SMA Negeri 1 Siau Timur.
Dijelaskan Medellu, di SMA Negeri 1 Siau Timur terdapat dua penanggung jawab khusus makanan MBG.
Setiap laporan siswa terkait kualitas makanan akan disampaikan kepada penanggung jawab untuk diteruskan kepada pihak SPPG.
“Sebelumnya tidak pernah ada makanan atau roti kedaluwarsa yang disalurkan ke sekolah ini. Baru kali ini terjadi,” tambahnya.
Selain temuan roti kedaluwarsa, pihak sekolah juga menyoroti persoalan keterlambatan pengantaran MBG. Akibatnya, sebagian siswa telah pulang saat makanan tiba.
“Kami berharap ke depan pihak SPPG lebih teliti agar tidak ada lagi makanan bermasalah yang lolos dari pengawasan. Jam pengantaran juga perlu diperbaiki supaya semua siswa bisa menikmati MBG,” tegas Medellu.
Sementara itu, Kepala SPPG Siau Timur, Jeklyn Liunsanda, saat dikonfirmasi mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan distribusi makanan.
Liunsanda menyebut sebanyak 240 bungkus roti kedaluwarsa telah tersalur ke sejumlah sekolah penerima manfaat di Siau Timur.
“Saya belum mengetahui secara pasti ke sekolah mana saja roti tersebut tersalur. Kami sudah menanyakan di grup sekolah penerima manfaat, namun hingga saat ini baru SD Ulu dan SMA Negeri 1 Siau Timur yang merespons,” kata Liunsanda.
Ia menambahkan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada siswa dan orang tua agar roti tersebut tidak dikonsumsi.
Jika ada yang terlanjur mengonsumsi dan mengalami gangguan kesehatan, diminta segera melapor untuk mendapatkan penanganan medis.
“Kami juga sudah mengunggah imbauan melalui tik tok agar makanan tersebut tidak dikonsumsi. Jika ada gejala setelah konsumsi, segera laporkan agar bisa dibawa ke puskesmas,” jelasnya.
Saat ini SPPG Siau Timur masih melakukan pendataan sekolah-sekolah penerima roti tersebut. Makanan yang bermasalah dijadwalkan akan diganti pada hari Senin, 26/01/2026.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena berkaitan langsung dengan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). MBG merupakan program pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi peserta didik di sekolah-sekolah.
Program ini dirancang untuk meningkatkan status gizi anak, mendukung konsentrasi belajar, serta mencegah stunting dan kekurangan gizi. Di tingkat daerah, pelaksanaan MBG ditangani oleh SPPG yang bertugas menyiapkan serta mendistribusikan makanan ke sekolah penerima manfaat.(*)

